Bagaimana naskah drama PPKI itu?
Mungkin ini bermanfaat bagi pelajar yang mendapat tugas drama PPKI. Jadi simak
naskah berikut!!!!
Kita
sebagai penerus bangsa harus berterima kasih kepada pahlawan Karena telah
memerdekakan bangsa Indonesia. Jadi ketika kita
mendapatkan tugas drama ini kita harus menghayati saat tampil agar kita
mendapatkan kelancaran.
Jadi
langsung simak saja naskah berikut.
Dalam sidang PPKI terdapat beberapa
tokoh diantaranya adalah :
·
Sajuti Melik
·
S Suhud
·
J Terauchi
·
Bung Karno
·
Radjiman
·
Bung Hatta
·
Sultan Syahrir
·
B.M. Diah
·
Ibu Fatmawati
·
Sukarni
·
Mr. Ahmad Soebardjo
·
Latief
Narator
:
Tanggal
10 Juli-14 Juli 1945, dibahas Rancangan Undang-Undang Dasar. Setelah selesai di
bahas, maka Sidang kedua BPUPKI telah selesai. Tanggal 6 Agustus 1945, Sekutu
menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Korban berjatuhan dimana-mana (berhenti
sejenak ada suara bom). Tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan, dan diganti
dengan PPKI, dengan alasan tugas BPUPKI telah selesai. Tanggal 9 Agustus 1945,
Jepang kembali dijatuhi bom atom oleh sekutu, tepatnya di kota Nagasaki
(berhenti sejenak ada suara bom).
Hal ini
membuat Jepang kewalahan. Setelah peristiwa pengeboman, tiga tokoh Indonesia,
yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Rajiman Wedyodiningrat dipanggil
oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Di Dalat, Vietnam, Jenderal Terauchi
memberikan tiga keputusan, yaitu, disetujuinya pembentukan PPKI, pengangkatan
Ir. Soekarno sebagai ketua PPKI dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil PPKI serta
untuk mendiskusikan keputusab Jepang.
Terauchi
: Haloo selamat pagi Bung Karno;
Bung
Karno : Maaf siapa anda?
Terauchi
: Saya Jendral Terauchi Panglima Jepang. Bisakah kita membuat pertemuan antara
saya , anda, Bung Hatta dan Bung Radjiman untuk membicarakan kemerdekaan bangsa
Indonesia.
Bung
Karno : Baiklah kami akan
berangkat nanti sore.
Terauchi
: Baiklah jika begitu, terimakasih Bung.
Narator
: Ir. Soekarno membicarakan undangan Terauchi kepada Bung Hatta dan Radjiman
Bung
Karno
: Selamat pagi
Radjiman dan
Hatta : Selamat pagi.
Bung
Karno
: Kedatangan saya kesinui untuk menyampaikan undangan Terauchi kepada kita
untuk menuju ke Dalth , Vietnam.
Radjiman
: Untuk apa kita kesana?
Bung
Karno
: Kita kesana untuk membicarakan tentang kemerdekaan Indonesia.
Narator
:
Esok harinya Ir. Soekarno, Bung Hatta dan Radjiman sudah smapai di Dalth
Vietnam. Mereka dijemput oleh Terauchi.
Terauchi
: Selamat datang Bung.
Bung
Karno : Kapan dan dimana kita
akan membicarakan perbincangan ini?
Terauchi : Kita akan membicarakan hal ini besok lusa dirumah saya. Sampai bertemu besok Bung!
Terauchi : Kita akan membicarakan hal ini besok lusa dirumah saya. Sampai bertemu besok Bung!
Narator
: Pagi hari setalah menginap di hotel, Soekarno dkk bertemu Terauchi.Dan melakukan
perbincangan.
Terauchi
: Kami akan memberikan kemerdekan bagi bangsa Indonesia. Sehingga, terbentuknya
PPKI kemarin yang akan membantu.
Radjiman
: Lalu apa saja tugas PPKI?
Terauchi
: PPKI akan membhas semua kelengkapan negara pada saat Proklamasi.
Bung Karno : Kapan pelaksanaan Prokalmasinya?
Bung Karno : Kapan pelaksanaan Prokalmasinya?
Terauchi
: Tak perlu kawatir, kami belum bisa menentukannya. Jepang akan memberikan
kemerdekan bagi Indonesia.
Bung
Hatta : Apakah wilayah
Indonesia akan meliputi seluruh wilayah Hindia- Belanda?
Terauchi : Mungkin bisa jadi wialayah Indonesia akan meliputi wilayah tersebut.
Terauchi : Mungkin bisa jadi wialayah Indonesia akan meliputi wilayah tersebut.
Narator
: Pertemuan tersebut hanyalah tipuan muslihat dari Jepang untuk membantu bangsa
Indonesia tidak berontak. Soekarno dkk pun kembali ke Indonesia, sebelum pulang
meraeka singgah ke Singapura untuk menemui tiga pimpinan PPKI. Soekarno
selanjutnya mencari tahu bahwa Jepang telah menyerah pada sekutu. Hari
berikutnya Soekarno dkk melakuakan rapat koordinasi. Bung Karno, Hatta, Radjiman
kembali diundang ke Singapura menemui 3 pimpinan PPKI.Dalam perjalanan
mereka berbincang.
Bung
Hatta : Rasanya saya
belum yakin jika Jepang telah menyerah kepada sekutu.
Radjiaman : Kalau begitu, kita perlu diskusi lebih lanjut dengan beberapa tokoh yang ada di Indonesia
Radjiaman : Kalau begitu, kita perlu diskusi lebih lanjut dengan beberapa tokoh yang ada di Indonesia
Bung
Hatta : Lalu siapa saja
tokohnya?
Bung Karno
: Baik golongan tua maupun golongan
muda untuk memproklamirkan kemerdekan Indonesia.
Narator
: Setelah mengetahui kekalahan
Jepang dari siaran radio BBC. Para pemuda menemui Ir. Soekarno dan Moh.Hatta dirumahnya
jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta untuk mendesak Ir. Soekarno dan Moh.Hattaagar mengumumkan kemerdekaan saat itu juga.
Dengan Sultan Syahrir sebagai juru bicara.
Sultan Syahrir
: “Bung Karno!! Jepang sudah kalah, seharusnya kita cepat memproklamasikan
kemerdekaan.”
Ir.
Soekarno : “Kita tidak bisa begitu saja
memproklamasikan kemerdekaan. Kita harus membicarakan dalam rapat PPKI.”
Sultan
Syahrir : “Kita tidak mungkin
membicarakannya dalam rapat PPKI, karena PPKI dibentuk oleh Jepang dan
kemerdekaan Indonesia haruslah dari usaha rakyat Indonesia bukan pemberian
bangsa lain.”
Moh.Hatta
: “Bukan begitu, kita memang seharusnya membicarakannya dalam rapat PPKI.
Karena PPKI adalah badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan.
Narator
:
Dengan
demikian usaha para pemuda dengan juru bicara SutanSyahrir untuk membujuk Ir.
Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan mengalami kegagalan. Setelah
mengalami kegagalan membujuk Bung Karno maka para pemuda kembali mengadakan
rapat dengan Chairul Shaleh sebagai pemimpin.
Setelah
rapat usai akhirnya diputuskan, para pemuda akan menculik Ir. Soekarno dan
kawan-kawan. Keesokan harinya
tepat dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Drs. Moh Hatta, Ir. Soekarno beserta
Ibu Fatmawati dan guntur Soekarno Putra dibawa oleh Pemuda ke Rengas dengklok.
Drs. Moch.
Hatta
: “Ada apa ini! Apa maksudnya kami dibawa kesini?”
B.M. Diah
: “Maksud kami agar Bapak segera memproklamasikan Kemerdekaan.”
Ir.
Soekarno
: “Saya sudah mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia harus dibicarakan dalam
siding PPKI terlebih dahulu”.
Drs. Moh. Hatta
: “Bapak benar, karna persiapan kemerdekaan adalah tugas PPKI”.
Ibu
Fatmawati
: “Lagipula Bapak kan Ketua PPKI. Bapak tidak mungkin mengambil keputusan tanpa
memberikan anggota PPKI yang lain”.
Sementara
terjadi perdebatan di Rengas Dengklok. Di Jakarta Wikana (golongan muda) dan
Mr. Ahmad Soebardjo (golongan tua) melakukan perundingan.
Setelah
mendapat beberapa kesepakatan. Diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad
Soebardjo ke Rengas Dengklok.
Yusuf Kunto
: “Mari Pak saya antar ke Rengas Dengklok
Mr. Ahmad Soebardjo :
“Ayo kita segera kesana, saya rasa disana pasti terjadi perdebatan yang
sengit”.
Yusuf Kunto
: “Mari Pak kita segera berangkat”.
Setelah
sampai disana Mr. Ahmad Soebardjo, akhirnya menjemput Ir. Soekarno dan
kawan-kawan. Selain itu Mr. Ahmad Soebardjo berhasil menyakinkan para pemuda
untuk tidak berburu- buru memproklamasikan kemerdekaan. Sekitar pukul 23.00
romobongan Ir. Soekarno sampai di Jakarta untuk sesaat pulang ke tempat
masing-masing, lalu langsung menuju rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan
naskah proklamasi.
Laksamana Maeda
: “Silahkan masuk, Bapak-bapak!”
Dr. Moch. Hatta
: “Tunggu dulu, Bagaimana mungkin kita akan merumuskan suatu teks proklamasi di
rumah seorang Laksamana Jepang”
Laksamana Maeda
: “Tenanglah, silahkan masuk
semua, saya menjamin selama berada di rumah saya, anda sekalian akan terjamin
keselamatannya”
Ir. Soekarno
: “Baikalah, diruangan mana kita dapat merumuskannya”
Laksamana
Maeda : “Silahkan anda
berdiskusi di ruang makan”
Dengan
memegang kertas dan bolpoin, perundingan yang ditaklukkan antara golongan muda
dan golongan tua itu berjalan lancar.
Achmad Soebardjo
: “ Bagaimana kalau kita mengambil
rumusan BPUPKI dengan bunyi “kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan
kemerdekaan Indonesia”
Ir.
Soekarno
: “Itu boleh juga.”
Drs. Moch
Hatta
: “menurut saya perlu ada pernyataan pengalihan kekuasaan seperti
ini. Hal-hal mengenai pemondahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan
dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya.
Ir. Soekarno
: “Bagaimana bila naskah ini ditanda tangani oleh seluruh yang hadir
pada saat ini.”
B.M. Diah
: “Bila seperti itu akan ada banyak tanda tangan.”
Sukarni
: “Bagaimana bila Pak Karno saja yang menanda tangani.”
Sudiro
: “dengan Pak Hatta juga”
Sayuti Melik
: “Begini saja, lebih baik Pak Karno dan Pak Hatta yang menanda tangani dengan
atas nama bangsa Indonesia”
Ir.
Soekarno
: “Ide kamu bagus, saya setuju”
Sayuti Melik
: “Bagaimana jika naskah ini diketik oleh saya. Tapi harus ada beberapa
perubahan, seperti wakil-wakil bangsa Indonesia diganti atas nama Bangsa
Indonesia, dan Jakarta 17-8-‘05 diganti menjadi hari 17 bulan 8 tahun ‘05
dan juga tdmpoh menjadi tempo.”
Lalu
Sayuti Melik mengetik naskah tersebut dan memberikan hasil ketikan tersebut
kepada Ir. Soekarno untuk ditanda tangani, perumusan tersebut selesai pada dini
hari 17 Agustus 1945.
Setelah
selesai diketik, hari itu juga tepatnya hari Jum’at tanggal 17 Agustus
1945 pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan di
lapangan ikada, namun karena alasan keamanan maka dipindah di kediaman Ir.
Soekarno, terjadi sedikit perbincangan diantara Soekarno, Fatmawati, Latief
Hendraningrat, dan S. Suhud.
S. Suhud
:
“Pak, kita membutuhkan bendera merah putih untuk dikibarkan sebagai tanda
merdeka suatu bangsa”
Ir.
Soekarno : “Iya, saya tahu, maka saya sudah
meminta istri saya untuk menjahitnya”
Fatmawati
: “Iya, ini sudah saya
jahitkan”
Latief
: “Terima kasih ya Bu!”
Narator
:
Pada
tanggal 17 agustus 1945 di kediaman Ir. Soekarno, persiapan proklamasi
dilakukan oleh sudiro yang menyiapkan microphone sebagai tangan kanan soekarno.
Tepat pukul 10.00 WIB, Ir. Soekarno membcakan teks proklamasi selanjutnya
dengan pengibaran Merah Putih oleh S. Suhud dan Latief Hendraningrat yang
diiringi lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan walikota Suwirjo
dan pimpinan barisan pelopor dr. Muwardi.
Ir. Soekarno : “
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini
menyatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan
kekuasaan dll, diselenggarakan dengan Tjara Saksama dan dalam tempo jang
sesingkat-singkatnya.
Djakarta, hari 17 boelan 8
tahun ‘05
Atas nama Bangsa Indonesia,
Soekarno – Hatta
Narator
:
Berita
proklamasi menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru Jakarta. Setelah itu teks
sampai ke tangan kepala bagian radio Domei, Waidan B. Dan memerintahkan F. Wuz
(markonis) untuk menyiarkannya.
Pada
tanggal 18 Agustus PPKI melakukan siding yang ke dua dihadiri oleh Ir.Soekarno,
Moh. Hatta, Radjiman dan para pemuda.
Bung Karno :
Asalamuaalaikum wr.wb
Peserta sidang : Waalaikumsalam wr.wb
Bung
Hatta : Untuk memulai
sidang PPKI ini mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya.
( Para peserta menyanyikan lagu
Indonesia raya )
Bung Karno
: Disini kita akan menetapkan,
membahas UUD 1945 yang dijadikan sebagai dasar negara, memilih presiden dan
wakil presidenserta membentuk KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) untuk
membantu pekerjaan presiden sehari-hari.
Bung
Hatta : Ya, kami setuju.
Bung Karno
: Sekian, pertemuan siding kali ini,
Merdeka!!
(Peserta sidang mengucap
Merdeka..merdekaa !!
Peristiwa
sidang PPKI ini begitu berharga. Dan peristiwa itu telah megubah segala sendi
kehidupan bangsa Indonesia. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan telah menjadi
momentum puncak perjuangan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai
generasi penerus bangsa harus berprestasi dalam rangka mengisi kemerdekaan
tersebut, bukan malah menodainya. Kita harus bisa membalas budi para pejuang
Tanah Air jaman dahulu dengan cara mempertahankan kemerdekaan ini !
Jadi begitu tentang naskah drama PPKI
Gracias